Tradisi Heroik Dewa Mesraman

Hari telah sore dan langit saat itu sedikit mendung, beberapa awan menggelantung di atas langit, meski tidak pekat namun membuat sore kian terlihat temaram. Lalu lalang kendaraan depan rumah kian rame saja, selain karena memang satu-satunya jalan raya penghubung Karangasem – Klungkung, hari-hari seperti ini memang banyak hilir mudik pengendara motor, kebanyakan diantaranya memakai pakaian adat Bali, hari itu memang salah satu hari raya besar yang dimiliki umat Hindu Bali yakni hari raya Kuningan.

Saya sudah siap dengan pakian adat dan tas berisi kamera yang diselempangkan di bahu sembari pamitan sama orang tua saya menghidupkan mesin motor. Saya memang sudah melakukan persembahyangan tadi pagi, dengan pakian adat ringan saya akan mengunjungi tradisi unik yang ada di Banjar Timbrah tepatnya di Pura Panti, Desa Paksebali, Klungkung. Tradisi heroic yang memang bertepatan dengan Kuningan. Mengingat jarak rumah ke Paksebali lumayan dekat jadi saya putuskan datang jam 5 sore, info yang saya dapat dari salah seorang teman upacara akan dimulai jam 6 sore. Ini waktu yang terbilang mempet, datang sedikit lebih awal akan sedikit menguntungkan, barangkali bisa menangkap hal-hal unik lain yang ada dalam tradisi tersebut.

Dewa Masraman, beberapa orang sedang menggotong Jempana sambil berlarian mengelilingi areal pura.
Dewa Masraman, beberapa orang sedang menggotong Jempana sambil berlarian mengelilingi areal pura.

Continue reading

Advertisements

Banah

Tak ubahnya Uluwatu yang ada di Pulau Bali, begitupun Banah di Nusa Penida. Bukit yang memiliki pemandangan laut biru terhampar luas dan bertebaran pulau-pulau kecil disekitarnya, tak banyak memang tapi sangat menarik, apa lagi salah satu pulau tersebut memiliki lubang di tengah, mirip cincin.

Dua pulau kecil yang menjadi icon Banah

Continue reading

Crystal Bay

Akhir-akhir ini ada kencendrungan lokasi di Bali dinamai dengan nama yang berbau English, misalnya Dreamland, Sunset Road, Virgin Beach, Hidden Beach, Mystical Tree, Secret point dan lain-lain. Padahal lokasi tersebut sebelumnya punya nama sendiri yang sangat kental dengan ke “daerahan” nya dan menurut saya itu terdengar lebih original ketimbang sengaja di “barat-baratkan”, namun kenyataanya itulah yang terjadi, namun sisi baiknya adalah vocabulary English saya akan lebih kaya.

Pantai-pantai di Pulau Nusa Penida memang lebih sepi meski tak kalah cantik dari pantai yang ada di Pulau Bali.

Continue reading

Ni Nyoman Sari, Generasi Tua Pengerajin Kain Cepuk

Tak banyak yang bisa saya ketahui dari pertemuan singkat dengan seorang nenek yang memiliki nama lengkap Ni Nyoman Sari, ketika ditanya tentang umur dia hanya bisa terkekeh dengan gigi yang ompong dan guratan-guratan keriput yang kian menegas diwajahnya, dia tak pernah tahu berapa umurnya sendiri.
Sejak masih kecil dia sudah diajari oleh ibunda tercinta untuk belajar menenun terutama untuk menenun Saudan, sebuah selendang tenun Bebali (khas masyarakat Bali) yang berfungsi menutup dada seorang wanita ketika menikah dan fungsi lainya adalah sebagai pengikat keris yang digunakan oleh para lelaki yang melakukan upacara pernikahan.

Sang nenek pengerajin Tenun Cepuk terlihat serius menenun di dalam rumah kecilnya.
Continue reading

Nusa Penida Dalam Empat Hari

Persis setelah para penikmat matahari terbit membubarkan diri di sepanjang pantai, saya sudah menginjakan kaki di pelataran parkir, ujung dari Jalan Pantai Sanur. Nampak beberapa toko souvenir sudah mulai membuka kios-kios kecil mereka, wisatawan dan beberapa calon penumpang boat maupun kapal tongkang hilir mudik disekitar areal pantai dan loket penjualan tiket boat ternyata masih belum buka. Saya lirik di ponsel waktu menunjukan jam 06.58 Wita, setelah sekian lama satu persatu teman-teman saya bermunculan kecuali seorang kawan kerja dari teman yang akhirnya menjadi teman baru saya. Tiket sudah ditangan sembari menunggu boat berangkat kami sempat sarapan di sebuah warung nasi yang banyak bertebaran di sepanjang jalan pantai yang ber-paving. Perut kenyang, teman seperjuangan sudah komplit dan kami sudah siap untuk menjelajahi Nusa Penida selama 4 hari kedepan, yeahhh…

Senja di Nusa Penida selalu eksotik, seorang anak berjalan ditepi pelabuhan Toya Pakeh.
Continue reading