Selamat Sore Penida

Langit seolah terbakar
Biru kian memekat, merah kian meruah
Bayangan memanjang dan tetumbuh serupa siluet

Lelaku menyandarkan resah
Lelaku mengadu pada sang omah
Lelah…

Selamat sore Penida

Continue reading

Selamat Pagi Kintamani

Selamat pagi Kintamani…

Pagi baru saja dimulai dengan tanda terbitnya sinar yang seolah luluh dalam balutan kabut nan suci
Itu aku tahu dari petunjuk jam ponsel digenggamanku
Jarak pandangku tak lebih dari dua meter menembusmu
Putih yang bisu
Pekat dan beku

Continue reading

#elegimalam 1

Twit seperti ini biasanya saya tulis ketika malam.
Beberapa twitt dengan hastag #elegimalam yang masih bisa terselamatkan dari twitter, sebagian entah bagaimana mengembalikannya terutama diawal-awal saya ngetwit, enjoy.

Dedot (dedot1)
Aku akan tahu rasanya sakit jika kehilangan nanti, namun tdk sekarang di kemenangan ini. Akulah si angkuh yg memuja dengkul itu. #elegimalam
Wed Jan 04 18:36:02 +0000 2012

Dedot (dedot1)
Langitku bergemuruh, bumiku mengeluh, lirih.. Adakah yg lebih indah dari liku kasih? Lalu dimana kisahku? #elegimalam
Wed Dec 14 17:31:42 +0000 2011

Dedot (dedot1)
Mestinya kau tahu, harusnya aku mengerti dan Selayaknya kita saling memahami, tapi… Bodoh mengendalikanku! #elegimalam
Mon Dec 05 19:14:03 +0000 2011

Dedot (dedot1)
Urung menjadi arang, terkekeh akan sebuah uporia bias yang tak biasa meretas. #elegimalam
Mon Dec 05 19:04:02 +0000 2011
Continue reading

#celotehsenja

Has tag #celotehsenja merupakan kicauan inspirasi kata-kata saya pada account Twitter @dedot1 yang saya tulis ketika semua kata-kata itu datang pada waktu sore atau di senja hari. Enjoy…

Dedot (dedot1)
Aku melihat jelas abu-abu, sejelas aku melihat dan hitam dan putih.. #celotehsenja
Sat Oct 29 09:52:32 +0000 2011

Dedot (dedot1)
Hari ini mungkin bukan sejarah tapi yg patut dikenang adalah senyuman yg kau beri tak akan pernah sia-sia untuk esok hari #celotehsenja
Sun Aug 21 08:32:05 +0000 2011
Continue reading

Tentang Nelayan

Mereka adalah petualang
Bintang dan arus adalah teman
Hujan dan halilintar hanyalah guyonan

Mereka adalah pejuang
Jala dan ikan adalah permainan
Daratan dan gubug hanyalah pelarian

Mereka mengejar mimpi, menepati janji serta memuliakan anak dan istri dalam arungan samudra
Bernyanyi bersama angin, berpacu dengan gelombang dan menyandarkan bahu pada kemurahan Ludra
Dan sebentar lagi dongeng ini akan berhenti pada titik terlelap fajar dalam pangkuan sang bunda.


Continue reading