Perjalanan Berdebu ke Puncak Bromo

Jam-jam perjalanan terakhir kami traveling didataran bersuhu dingin, justru menjadi klimak yang sangat indah. Disini dilereng-lereng Gunung Bromo saya menyambut salah satu pagi terindah dalam hidup.

Sudah tak ada api ungun lagi yang menyala-nyala, suhu udara makin bersahabat (paling tidak dengan saya) dan diluasnya padang pasir ini debu dan lalu lalang mobil, kuda dan orang-orang terlihat membentuk silhouette. Ada asap tipis yang keluar dari mulut ketika saya menguap, pagi ini perjalanan berdebu menuju puncak Bromo akan segera dimulai.

yadnya kesada bromo Continue reading

Menahan Dingin di Pura Poteng Bromo

Hari ketiga, tengah malam ini udara masih dingin, begitupun dengan air yang ada di kamar mandi tak ubahnya jarum-jarum kecil menusuk kulit jika kusentuh, dingin itu mengerikan! (mungkin sedikit berlebihan) 😀
Jaket, kaos kaki, sepatu dan kuplok yang sama masih membalut tubuhku, mereka laksana malaikat saat-saat seperti ini, hehehe… Saya memang tidak tahan dengan udara dingin, lebih baik saya dijemur dibawah terik matahari yang menyengat ketimbang disuruh berlama-lama diruangan ber-AC atau disini di Bromo saat ini, namun karena ini adalah traveling dan saya belum pernah ke sini sebelumnya jadi saya akan berusaha untuk menikmatinya.

Masih di dalam pelataran pura dan pi ungun dimana-mana,
Masih di dalam pelataran pura dan api ungun dimana-mana

Continue reading

The Wonderful Bromo

Apa yang bisa saya katakan lagi, pemandangan landscape Gunung Bromo memang sangat menawan terutama di pagi hari. Tidak sia-sia berangkat jam 12 malam, menahan dingin yang sampai dititik 5 derajat walau akhirnya kalah dan kemudian istirahat di dalam mobil menjaga agar suhu tubuh menghangat hingga kemudian subuh menjelang dan kembali mendaki ke atas Gunung Bromo guna dapat mengabadikan pemandanganya yang terkenal memang keren walau setengah perjalanannya saya lalui dengan menunggangi kuda. Asal tahu saja, inipun adalah kali pertama saya menunggang kuda, kemudian teringat dulu kakek saya pernah memelihara kuda namun sama sekali tidak pernah menungganginya, hingga kini malah terjadi di lereng Gunung Bromo, hidup memang terkadang lucu 😀

Continue reading

Menyapa Pagi di Ngadisari

Mengingat pemanas air di penginapan sedang tidak beres maka penyelamat kami dari hari-hari mandi dengan air es adalah teko dan kompor gas yang kemudian disediakan setelah kami complaint. Maka jadilah memasak air menjadi aktivitas tambahan setiap hari, seperti pada pagi di hari kedua, saya masih memasak air ketika beberapa teman justru sudah pada datang dari jalan-jalan mengelilingi kampung Ngadisari, Bromo, ada yang memang ingin ngasoh ada juga yang memang kebelet, morning call :))

Saya banyak menjumpai rumah kecil ditengah ladang bawang di Desa Ngadisari.

Continue reading

Penanjakan Bromo, Spot Sunrise Sejuta Umat

Berpuluh-puluh kali saya sudah melihat sunrise photos dari spot Penanjakan, meski terasa sudah membosankan namun kenyataanya sebagai kunjungan perdana, saya dan teman-teman merasa wajib datang dan memotret dari sini, inilah spot sejuta umat dengan view yang sama walau tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan foto yang berbeda jadi kreatiflah, meski kenyataanya saya belum sekreatif itu 😀

Dari sisi sebelah timur matahari belum juga naik tapi alam sudah terlihat indah.

Continue reading