Perjalanan Berdebu ke Puncak Bromo

Jam-jam perjalanan terakhir kami traveling didataran bersuhu dingin, justru menjadi klimak yang sangat indah. Disini dilereng-lereng Gunung Bromo saya menyambut salah satu pagi terindah dalam hidup.

Sudah tak ada api ungun lagi yang menyala-nyala, suhu udara makin bersahabat (paling tidak dengan saya) dan diluasnya padang pasir ini debu dan lalu lalang mobil, kuda dan orang-orang terlihat membentuk silhouette. Ada asap tipis yang keluar dari mulut ketika saya menguap, pagi ini perjalanan berdebu menuju puncak Bromo akan segera dimulai.

yadnya kesada bromoMemang lagi musim pengering tak salah perjalanan ini akhirnya penuh debu, padang pasir, gunung yang tandus merupakan perpaduan yang akan selalu meghasilkan debu jika dijejaki. Mengingat juga perjalanan menaiki gunung dan menuruni gunung adalah jalur yang sama maka sepanjang perjalan ini debu adalah teman yang paling setia selain teman-teman sendirišŸ˜€ Masker yang sudah terpasang dari tadi lumayan membantu hidung dan mulut dari serbuan partikel-partikel debu yang bercampur pasir. Debu bukanlah ancaman namun tantangan kecil sehingga membuat perjalanan ini semakin menarik.

Sebetulnya foto-foto yang ada di post ini adalah beberapa foto yang sayang untuk dibuang, kemudian saya rangkum kedalam satu posting-an, hal yang membuat mereka sama dalah debu dan semua lokasi diambil sepanjang perjalanan mendaki Gunung Bromo, enjoy.

ImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImage

3 thoughts on “Perjalanan Berdebu ke Puncak Bromo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s