Menunggu Keelokan Senja di Candi Ratu Boko

Dengan terburu-buru saya turun dari mobil, tas sengaja ditinggalkan sementara kedua kamera sudah siap ditangan. Satu-persatu anak tangga saya naiki berharap masih bisa mengabadikan moment matahari tenggelam dari balik gapura Candi Ratu Boko namun apalah daya, matahari sudah menghilang diantara awan dan garis cakrawala barat. Keringat bercucuran… Sempat mengambil beberapa shoot saja dan kemudian saya duduk dihamparan rerumputan yang sudah mulai terlihat kecoklatan, satu-persatu teman-teman datang dan akhirnya malah menjadi ajang foto bersamašŸ˜€

Komplek candi yang begitu luas dan rindang menjadikan Candi Ratu Boko banyak dikujungi wisatawan.

Besoknya saya kembali, datang lebih awal karena tak mau ketinggalan saat-saat indah sunset di sini. Mumpung matahari masih terik saya sempatkan diri untuk mengelilingi komplek candi yang luasnya sekitar 16 hektar, fuuuuiiihhh…

Domba-domba berkeliaran dikomplek percandian sebelah selatan, sepertinya memang dilepas oleh pemiliknya, pantas saja disebuah sudut komplek candi ada sebuah rumah sederhana berdiri disana lengkap dengan warung yang menjual makanan dan minuman, tak hanya itu ternyata ada beberapa kios kecil pedagang kaki lima berada di beberapa titik jalan menuju salah satu bagian lain dari koplek candi, entah kenapa dikomplek candi seperti ini ada malah ada warung dan rumah seperti itu, terkesan sengaja dibiarkan oleh pihak pengelola.

Jalan setapak yang tak berbatu mengantarkan saya ke sebuah komplek pemandian, jauh di bawah sana saya melihat seorang ibu sedang mencuci di gubangan air yang banyak terdapat di ujung komplek sebelah timur, disampingnya berdiri seorang lelaki, seperti sedang mengawasi mungkin itu suaminya. Tadinya saya pikir tempat ini memang diperuntukan untuk dipakai mandi dan cuci namun setelah saya turun kebawah dan mendekat rupanya ada plang larangan yang berbunyi “Dilarang mandi disini” yahhh… sepertinya bapak-ibu tadi tidak bisa baca atau malah tidak mau tahu? Sangat disayangkan…

Begitupun ketika saya tiba di areal goa yang terletak di sebelah selatan komplek, sepasang anak muda sedang duduk diatas gua sementara motornya diparkir disebelah mereka dan jelas-jelas disana juga ada plang pemberitahuan dilarang membawa motor masuk ke areal goa, ada apa gerangan? Tidak mungkin juga kedua pemuda-pemudi ini buta huruf belum lagi diidinding gua banyak sekali saya menemukan coretan yang tidak jelas. Apakah tidak ada petugas yang berpatroli mengelilingi komplek percandian, sehingga hal-hal seperti diatas bisa ditanggulangi atau paling tidak diminimalisir. Bosan saya mengerutu sendiri dan sudah terlalu lelah juga berkeliling disamping itu juga matahari sudah mulai meredup, saya tidak mau kehilangan moments sunset seperti kemarin. Meski tidak mendaptkan bidikan yang sempurna namun paling tidak akhirnya bisa menikmati keelokan senja dari balik puing-puing Candi Ratu Buku yang entah sudah melewati berapa sunset yang indah, selamat sore Jogja.

Icon dari Candi Ratu Boko, akan terlihat lebih indah ketika senja menjelang.

Jalan menuju Pendopo sebelah timur

Gapura dan tangga turun menjadi penghubung menuju ke komplek Pendopo

Anda akan menemukan sign ini menuju ke pelataran Pendopo yang sangat luas.

Ukuran yang terdapat di sudut-sudut pagar Pendopo.

Sepintas mirip Padmasana atau Pura-pura di Bali, dan memang benar ini adalah Padmasana tempat pemujaan.

Sisi lain dari komplek candi menuju ke komplek mata air.

Perhatikan, seorang ibu sedang mencuci sementara suaminya (mungkin) menunggi disampingnya, sayang banget tempat ini koh malah di pakai tempat nyuci.

Domba-domba berkeliaran bebas di areal sebelah timur komplek, padahal rumputnya kering begitu.

Ini adalah areal candi yang paling timur dan paling dibawah dari areal candi utama.

Ini adalah salah satu lubang berair yang banyak terdapat dibawah areal Pendopo.

Sign “DILARANG MANDI DAN CUCI DI KOLAM” tertulis sangat jelas tidak menggurungkan niat ibu ini mencucišŸ˜¦

Arah Goa, katanya dulu goa ini diperuntukan untuk melakukan yoga dan semadi.

Salah satu jalan lain menuju goa.

Salah satu goa dari kejauhan yang berlubang kotak, semantara sepasang muda-mui duduk santai diatasnya.

Bentuk goa lainya, kalo tidak salah disini terdapat 4 goa yang berjejeran, bisa dilihat coretan di dinding goa hasil kreasi orang-orang yang kelewat “kretaif”.

Sign ini juga tidak berfungsi oktimal, mestinya ada petugas candi yang melakukan patroli untuk menertibkan motor yang masuk ke komplek candi.

Eksekusi terakhir dan yang paling ditunggu-tunggu, selamat sore Jogja.

One thought on “Menunggu Keelokan Senja di Candi Ratu Boko

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s