The Wonderful Bromo

Apa yang bisa saya katakan lagi, pemandangan landscape Gunung Bromo memang sangat menawan terutama di pagi hari. Tidak sia-sia berangkat jam 12 malam, menahan dingin yang sampai dititik 5 derajat walau akhirnya kalah dan kemudian istirahat di dalam mobil menjaga agar suhu tubuh menghangat hingga kemudian subuh menjelang dan kembali mendaki ke atas Gunung Bromo guna dapat mengabadikan pemandanganya yang terkenal memang keren walau setengah perjalanannya saya lalui dengan menunggangi kuda. Asal tahu saja, inipun adalah kali pertama saya menunggang kuda, kemudian teringat dulu kakek saya pernah memelihara kuda namun sama sekali tidak pernah menungganginya, hingga kini malah terjadi di lereng Gunung Bromo, hidup memang terkadang lucu😀

Sungguh memang tidak sia-sia, semua itu terbayar dengan pemandangan yang spektakuler ini, diluar dari segala cerita yang kemudian bisa saya paparkan diblog ini atau kelak kemudian saya ceritakan pada anak cucu, hehehe… Meski mungkin jauh dari sempurna tapi ini sudah sangat luar biasa buat saya. Di Bali mata saya terbiasa di manjakan oleh pemandangan sunrise dan sunset dibeberapa pantai, namun jarang bisa menikmati sunrise digunung seperti di Bromo ini. Tumpukan layers gunung terlihat siluet hingga kemudian lapisan-lapisan itu terlihat jelas tersusun indah oleh lereng-lereng gunung, semua terlihat indah pagi itu.

Hari yang luar biasa, betapa saya terlihat tinggi beberapa jam diatas sini, mata menyapu kesegala arah, deretan manusia terlihat kecil di bawah, saya seperti dewa diatas bisa melihat segalanya, mungkin begitu juga yang dirasakan oleh orang-orang yang ada diatas puncak gunung ini, entahlah… Anak tangga yang tak terlihat lagi sebagai anak tangga karena semua tertutup debu dan pasir kecuali penyangga yang masih bisa dipegang, terbuat dari semen dan terlihat sangat besar jika hanya untuk sebagai pegangan tatkala lelah menaiki atau menuruni anak tangganya. Beberapa orang terlihat berlari bebas dari atas di sebalah kanan dan kiri jalur anak tangga, tak ayal debu berterbangan, sesekali saya dan beberapa orang berusaha menghalau debu yang berterbangan kearah kami, memang sedikit mengganggu.

Dan tiba pada titik tenang, saya duduk, saya termangu, saya tersadar, saya berterima kasih atas kasih dan rahmat Sang Pemberi, Brahman Yang Agung, betapa ini sangat indah, perjalanan ini dengan segala cerita yang menyertainya. Pada kalimat yang terakhir saya bergumam, “Teman, ijinkan saya untuk menjelajahi sebagian lagi keindahan yang telah Engkau ciptakan”. Saya tak perlu menunggu isyarat-Nya, karena saya yakin Dia pasti menyetujuinya, hehehe… Saya bangkit dengan senyum yang terus mengembang sementara itu mentari semakin meninggi, ah… Selamat pagi Bromo…

7 thoughts on “The Wonderful Bromo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s