Bromo: Padang Savana

Setelah puas motret sunrise view Bromo dan melahap beberapa potong kentang goreng di warung Penanjakan, Pak Gitar segera melaju Jeep-nya menuruni jalanan aspal, 60% kondisi jalanya rusak dan bergelombang. Bebatuan dan pecahan aspal membuat mobil kami bergoyang, jalanan tak begitu lebar, sesekali jeep menepi untuk memberikan ruang agar Jeep yang datang dari arah berlawanan bisa melaju.

Matahari kian meninggi tapi bukan berarti suhu disana langsung panas, dalam kondisi seperti itupun suhu udara masih terhitung dingin buat saya, saya cek temperatur udara menunjukan suhu 17 derajat Celsius, brrrrrrr…. Sesekali Pak Gitar menyahut dengan beberapa pertanyaan yang kami ajukan, beliau berjanji nanti malam akan membawakan kami Arak Tuban yang katanya lebih keras dari Arak Bali, “ah masak iya” dalam hati saya bergumam😀

Tak terasa roda-roda mobil Pak Gitar sudah berada di lautan pasir Bromo, pasir yang berwarna gelap dan kecil, berbaur dengan debu sehingga mudah sekali terbang tertiup angin. Sarung tangan masih melekat di kedua tangan, sementara masker saya buka toh juga masih didalam mobil, walau tidak menutup kemungkinan debu tetap bisa masuk, selain itu topi kupluk adalah aksesoris wajib lain yang harus dipakai ketika berwisata ke Bromo.

Pagi itu padang savana Bromo terlihat sedikit tandus, rerumutan mengering dengan tanah berpasir, pasir yang sama seperti dilautan padang pasir yang kami lewat tadi. Padang savana Bromo terlihat memanjang dari timur ke barat karena dua buah bukit mengapitnya dari arah utara dan selatan. Tak banyak obyek yang bisa di foto disini. Beberapakali terlihat jeep melintas, motor dengan menggandeng sekarung rumput atau barang lain yang entah apa, terbungkus dalam karung yang besar. Kemudain dua pengendara motocross datang dari arah timur, tanah yang terkena gesekan ban motor otomatis berterbangan sesaat kemudian hilang tertiup angin.

Mungkin karena kehabisan obyek hal hasil jadilah tempat ini menjadi ajang narsis kami berenam, siapa motret siapa dan tak urung Pak Gitar yang tadinya diam di dalam mobil keluar dan menjadi juru foto untuk sesi narsis kami bersama, hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s