Perang Pandan

Beberapa hari lagi masyarakat Desa Tenganan akan menggelar upacara Ngusaba Desa, culture event yang paling ditunggu-tunggu dan Perang Pandan adalah salah satu tradisi yang paling terkenal dari bagian Usaba tersebut. Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Mekare-kare atau Megeret Pandan. Tepatnya pada tanggal 8-9 Juni, ajang tahunan yang selalu dilakukan dalam waktu 2 hari berturut-turut.

Dengan menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam dari Denpasar anda akan sudah sampai di desa yang terhitung masuk kedalam Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Salah satu desa Bali Aga yang memiliki tradisi yang kental dan unik.

Panggung yang lumayan tinggi akhirnya membuat saya banyak mendapatkan moments dengan low angle.

Dari beberapa kali kedatangan saya meliput acara Perang Pandan biasanya dari pagi masyarakat Desa Tenganan sudah disibukan dengan ritual upacara baik dirumah mereka masing-masing maupun di pura-pura di sekeliling desa hingga siang menjelang saat puncak acara tradisi Megeret Pandan dilakukan. Berkumpulah ratusan pria warga desa dengan menggunakan pakaian adat Bali madya, mulai dari anak kecil, pemuda hingga ke orang tua tumpah ruah meramaikan acara ini. Satu persatu mereka akan di “adu” di atas panggung yang sengaja dibuat untuk pertunjukan, entah menghabiskan berapa lembar daun pandan perharinya.

Sementara para pria sibuk berlaga maka para wanita terutama mereka yang disebut Daha, remaja perempuan akan sorak-sorai di atas bale desa yang panjang, berias dengan pakian kebesaran, kain-kain Pegringsingan. Inilah saat-saat yang ditunggu-tunggu para pencari gambar budaya, fotografer yang datang setiap event ini biasanya jumlahnya tak sedikit, berdesak-desakan diantara para penonton bahkan kebanyakan berusaha sedekat mungkin dengan para pemain Perang Pandan, sungguh sangat tidak baik.

Tips dari saya khususnya bagi para photographer, datanglah pagi-pagi karena akan banyak hal unik yang bisa anda temui, ritual-ritual kental yang jarang di temui didaerah Bali lainya, kemudian usahakan memakai pakaian adat Bali jika memungkinkan, ini sangat penting karena merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap budaya masyarakat setempat dan yang terakhir jadilah pemotret yang baik, baik dalam bertata krama, aturlah jarak anda dari obyek yang anda foto agar mereka tidak merasa terganggu begitupun dengan sesama fotografer atau penonton. Jangan sampai nama fotografer jelek hanya karena gara-gara kelakuan satu atau dua orang yang tidak memahami tata krama memotret foto budaya. Pissssss, salam jepret!

Dua orang bapak-bapak sedang sibuk merapikan pandan berduri dan kemudian mengikatnya untuk dijadikan senjata dalam Megeret Pandan.

Bersiap-siap menunggu giliran duel.

“Perang” dimulai, sebagai perwujudan rasa syukur dan penghormatan kepada Dewa Rudra, sang dewa perang.

Satu persatu naik panggung, berduel hingga duri-duri pada pandan pupus satu persatu melukai badan para peserta.

Satu persatu naik panggung, berduel hingga duri-duri pada pandan pupus satu persatu melukai badan para peserta.

Sebagian besar dari peserta pasti mengalami luka di bagian punggung tak jarang keluar darah walau tak banyak.

Perang Pandan bukanlah sebuah adu keperkasaan namun tak jarang diantara mereka melakukanya dengan “terlalu serius”, ini hanya sebuah acara kebersamaan yang sangat fun.😀

Menahan perih, seorang anak sedang di bersihkan punggungnya dari duri pandan oleh sang kakek.

Sudut lain, masih bergulat dengan pemberishan duri pandan dari anggota badan.

Membersihkan duri, tiga orang pemuda membersihkan duri usai duel sementara dibelakang mereka para Daha berdiri diatas panggung dengan warna kain Gringsing yang berwarna cerah.

Tak ada dendam diantara mereka, setelah usai “pertempuran” mereka melakukan Megibung yakni, ritual makan bersama sambil duduk bersila.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s