Benteng Vredeburg

Hanya dengan tiket masuk sebesar Rp. 2.000 anda sudah bisa menyelusuri Museum Benteng Vredeburg dan pagi itu saya harus membayar extra sebesar 1.500 rupiah karena saya membawa kamera DSLR dan itu memang wajib hukumnya hampir disemua tempat wisata di Jogja di perlakukan tiket extra untuk mereka yang masuk dengan membawa kamera DSLR, iya memang wajar sih. Terletak di sebelah timur Jalan A. Yani, Jogjakarta, benteng ini sudah terlihat mencolok dengan warna putih yang mendominasi keseluruhan tembok benteng yang saya rasa memiliki ketinggian kurang lebih 5 meter, terlihat sangat kokoh. Persis di atas pintu masuk banteng tertulis VREDERBURG dengan hurup kapital sekilas mirip menggunakan Verdana Font. Di tengah ruang pintu masuk sebelah kiri seorang perempuan memberikan saya tiga potong tiket masuk yang tersenyum sambil berkata, “Lima ribu lima ratus rupiah dik”. Maka seperti biasa seperti berlomba saya dan seorang teman, Bayu buru-buru mengambil dompet di saku celana masing-masing, tentu saja saya yang “gol”. Bukan karena pamer, melainkan karena harga tiketnya murah tapi jika harga tiketnya mahal bisa-bisa kami akan saling pura-pura tidak mendengarkan, hahaha… Usai membayar tiket saya lihat persis didepan loket, sebelah kanan seorang satpam sedang duduk diatas kursi, asik menyimak berita di tv.

Seperti benteng pada umumnya, terlihat jelas dominasi cat berwarna putih bersih


Usai itu tiba-tiba saja saya jadi parno karena teman saya cerita kalo di kala malam benteng ini akan terlihat menyeramkan dan acap kali ada kejadian-kejadian aneh yang ditemui oleh penjaga benteng atau mereka yang sedang menjaga pertunjukan pameran seni, maklum benteng bekas penjara ini sering di pakai sebagai tempat pameran seni foto, lukisan atau ajang kesenian lain. Kebetulan pagi itu benteng masih sepi dari pengunjung hanya terlihat beberapa orang yang lalu-lalang, ah, pinter bener temen saya ini mendramatisir keadaan, hehehe…
Secara keseluruhan bangunan terlihat terpelihara dengan baik walaupun saya temui ada beberapa bangunan yang mengalami pemugaran namun di bangun kembali dengan detail dekorasi persis seperti aslinya. Setelah mengelilingi lingkungan benteng yang memiliki luas sekitar 2 hektar lebih itu saya menyempatkan melihat kedalam bangunan sebelah selatan yang ternyata menyimpan banyak diorama sejarah perjuangan rakyat Jogja, sangat menarik. Oh ya hal yang paling unik buat saya adalah tumbuhnya pohon-pohon se-tinggi 4 meteran di atas tembok banteng, entah bagaimana merawat tumbuhan rindang itu di atas tembok banteng. Berikut beberapa foto yang bisa saya abadikan pas liburan minggu kemarin, enjoy.

Begitu melewati pintu masuk anda langsung bisa melihat dua patung tokoh pahlawan yakni patung di sebelah kanan ada patung Letnan Jendral Oerip Soemohardjo sementara di sebelah kiri berdiri tegak patung Jendral Soedirman.

Sebelah depan loket karcis masuk terlihat seseorang sedang menyaksikan siaran tv.

Terdapat juga meriam persis masing-masing di belakang patung tokoh perjuangan tadi.

Ada toko souvenir juga yang terletak di pojok belakang dari halaman banteng.

Salah satu bangunan di pojok belakang yang dipakai untuk memajang diorama juga.

Salah satu pohon yang hidup di atas tembok benteng membuat benteng ini menjadi lebih teduh dan nyaman.

Jalan ini adalah penghubung antara halaman banteng dengan tembok banteng yang memiliki pepeohonan diatasnya.

Moment lain yang saya “tangkap” di salah satu sudut Benteng Vredeburg

Salah satu diorama sejarah perjuangan rakyat Jogjakarta.

Diorama perjuangan rakyat Jogja #2

Ada juga foto -foto lawas yang dipajang disini.

Diorama perjuangan rakyat Jogja #3

Jika anda sudah lelah mengelilingi banteng anda bisa makan di cafe yang terletak di halaman pintu masuk benteng😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s