Mepandes, Proses Ke Absahan Remaja Hindu Bali

Upacara potong gigi adalah sebuah upacara adat umat Hindu Bali yang tergolong masuk kedalam upacara Manusa Yadnya. Upacara ini dilakukan pada saat seorang anak masuk tahap remaja. Saya sendiri Metatah pada waktu kelas 3 SMU, awalnya memang sedikit takut tapi setelah dijalani ternyata cuma merasa ngilus aja, hehehe… Adapun tujuannya adalah untuk mengurangi sifat-sifat buruk (Sad Ripu) pada anak. Upacara potong gigi ini terkadang disebut juga dengan Mepandes, Metatah, Mesangging atau Mesangih dan biasanya di puput oleh seorang Sangging sebutan untuk seorang Pinandita/Pandita/Pendeta yang khusus utuk melakukan upacara potong gigi. Nantinya 6 buah gigi atas akan dikikis terutama gigi taring.
Bagi kami, sebagai anak-anak Hindu Bali adalah sebuah kewajiban untuk melakukan upacara Metatah, ibarat legalisasi ke absahan sebagai remaja Hindu Bali. Tidak bisa dipungkiri ini merupakan satu tahapan buat kami agar dianggap sah menjadi seorang remaja, remaja yang akan menjadi pelopor baru dalam keluarga dan bangsa. *serius banget sih* Hehehe…

Ketika di gigi dikikis tidaklah sakit, hanya sedikit terasa ngilu.



Bila di daerah saya di Karangasem upacara potong gigi umumnya dilakukan pada subuh sebelum matahari terbit, pada jam 3 pagi hingga jam 5 pagi, namun berbeda dengan daerah lain yang saya temui misalnya di daerah Gianyar atau Denpasar biasanya justru dilakukan pada saat matahari sudah terbit sekitar jam 7 pagi hingga siang hari. Dalam berpakaianpun ada perbedaan yang mecolok di Karangasem umumnya anak-anak yang mau di Tatah memakai baju adat dengan sangat sederhana dan tak jauh dari warna putih dan kuning, hanya memakai Kamben dan perpaduan baju kebaya putih bagi perempuan dan bagi pria cukup memakai Kamben yang di pakai hingga menutupi dada. Namun tidak untuk warga Denpasar atau Gianyar biasanya mereka yang akan Mepandes memakai pakaian adat Agung yang terkesan lebih mewah, entah apa yang melatar belakangi perbedaan ini.
Tahapan upacara potong gigi antara lain, sehari sebelum upacara biasanya dilakukan upacara Mekekeb aka Mepingit, jadi seharian sang anak di asingkan di dalam sebuah kamar dan dilarang keluar rumah. Kemudian besoknya barulah dilakukan upacara Mepandes di sebuah bale rumah. Ketika naik ke bale hal pertama dilakukan adalah sembahyang sementara para keluaraga akan mendampingi mereka di segala sisi bale, kemudian sang anak akan disuruh tidur terlentang dan diselimuti dengan beberapa lembar kain dengan kedua tangan di kepalkan di atas dada setelah itu barulah kikir dari sang Sangging beraksi mengikis gigi atas dengan pelan-pelan. Setelah gigi dikikis sang anak disuruh meludahkan sisa kikisan ke dalam sebuah wadah yang terbuat dari buah kelapa kuning kecil (Nyuh Gading) lalu keluarga di bebaskan untuk memilih apakah gigi hanya dikikir sedikit apa banyak, pada saat inilah kemudian cermin dikeluarkan agar sang anak bisa melihat bentuk gigi mereka yang baru. Jika proses ini usai saatnya memotong sirih menjadi tiga bagian dengan gigi, ini fungsinya untuk melihat apakah gigi kita masih berfungsi dengan baik, hehehe… Gigi juga akan di gosok dengan kunir setelah itu kita disuruh berkumur dengan Brem atau cuka, kemudian barulah gigi akan diolesi dengan madu. Pada saat sang anak turun dari bale disediakan sebuah canang atau banten penatab yang kemudian diinjak olehnya. Proses potong gigi sudah kelar saatnya mempertontonkan tampilan gigi baru kepada sanak saudara dan handa taulan😀 *crinnggg*
Foto-foto yang saya tampilkan adalah upacara potong gigi seorang client yang tinggal di Denpasar, yang mana mereka melakukan upacara ini dengan anggota keluarga yang banyak, silakan disimak, enjoy.

Ini adalah beberap sarana penting upacara potong gigi antara lain, kikir, kunir, madu dll.


Tempat untuk membuang sisa upacara potong gigi, misalnya ludah, potogan sirih, potongan kunir dll yang mana setiap orang memegang satu untuk kemudian dibuang.


Para peserta potong gigi didudukan bersama, rata-rata mereka gugup dipikir akan sakit padahal kan enggak😀


Proses ini hanya berlangsung kurang lebih 5 menit saja dan tidak sakit lho😀


Apakah gigi anda sudah ok?


Sembahyang bersama setelah proses potong gigi usai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s