Nelayan Desa Air Kuning

Desa Air Kuning adalah sebuah desa kecil di pesisir Kabupaten Jembrana, penduduknya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, bahasa keseharian mereka adalah bahasa bali meski mereka sering juga memakai bahasa melayu, sebuah desa muslim yang unik. Sepanjang garis pantai yang terlihat adalah perahu-perahu kecil atau di Bali disebut dengan nama Jukung namun bentuk perahu mereka sedikit lebih unik tidak seperti perahu-perahu yang sering saya temui di daerah lain di Bali pada umumnya, terutama di bagian Cedik penghubung badan perahu dengan Kantih bambu besar yang jadi penyeimbang di laut layaknya berfungsi roda pada kendaraan di darat.

Ombak yang surut dan saatnya mereka melaut...

Pagi itu cuaca lagi tak baik, langit mendung dan angin sedikit kencang namun saya tetap melangkahkan kaki menyusuri pantai Air Kuning yang berpasir abu-abu dan halus itu. Air yang surut menjadi kesempatan buat para perempuan dan anak-anak nelayan mencari kerang di sela-sela batu karang pantai sementara di sisi pantai sebelah timur para istri nelayan lainnya sedang asik memotong ikan, membagi hasil melaut suami mereka. Kebersamaan terlihat jelas ketika sekelompok nelayan melakukan aktifitas menangkap menebar jala di tengah laut sementara beberapa orang menarik jala tersebut didarat.

Banyak hal menarik lainnya yang dimiliki desa ini, cerita tentang keberadaan mereka, keterkaitan dengan suku Bugis menjadi hal yang menarik untuk diketahui, namun kunjungan yang tak lama ini memaksa saya untuk memendam keinginan membuka tabir cerita itu, semoga saja nanti saya bisa mampir kembali.

Mencari kerang buat di masak.

Berburu kerang dengan memakai alat khusus yang terbuat dari besi.

Namanya juga anak-anak apa lagi lihat air pasti bermain.

Membagi hasil hasil melaut.

Mereka memakai sepasang roda yang bisa dipasang untuk memudahkan menarik perahu ke pantai.

Melepas dan kemudian menggotong Kantih agar perahu tak berat ketika di rapatkan ke tempat sandaran.

Surutnya air laut memungkinkan juga untuk melemparkan jala dari darat, menangkap ikan-ikan kecil.

Sang generasi...

Hendak pulang sehabis mencari kerang.

Sebagian pulang, sebagian lagi nelayan ini akan melaut, bergantian.

Entah berapa 100 meter panjang jala ini, tarik terus...

Butuh tenaga besar dan kuda-kuda juga harus kuat.

Kira-kira dapat ikan yang banyak tidak ya?

Tak banyak hasil hari ini dan kecil-kecil pula ikannya.

Barangkali olah raga, nelayan juga manusia๐Ÿ˜€

 

8 thoughts on “Nelayan Desa Air Kuning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s