Harapan Baru Mbah Marsorejo

Ada sedikit cerita lain dalam perjalanan saya ke Desa Kinahrejo, di siang yang berawan itu sebuah kebetulan Kinahrejo sedang dikunjungi oleh ratusan bahkan ribuan pengunjung yang datang, sebuah kebetulan juga Tim Merapi sedang melakukan pembangunan beberapa rumah sederhana untuk penduduk setempat yang masih selamat.

Mbah Marsorejo sumringah ketika dia sedang dibangunkan sebuah rumah sederhana.

Tersebutlah nama Mbah Marsorejo, 60 tahun dan sang istrinya, sepasang  paruh baya yang sederhana ditengah bencana yang melanda diri, keluarga dan orang-orang di desanya beliau masih sempat bercerita sambil sesekali tersenyum, sungguh tegar. Mereka dikaruniai empat orang anak dengan empat orang menantu, namun akibat bencana Merapi hanya tiga orang dari mereka yang masih selamat. Mbah Marso bilang mereka dulu memelihara beberapa ekor ayam dan tiga ekor sapi namun kini semua entah kemana. Tinggal di salter itu tidak mengenakan, kebanyakan diam padahal keseharianya saya biasa mencari kayu atau sekedar nyabit rumput untuk sapi peliharaan, katanya.

Hari itu mereka bisa sedikit lega karena telah dibantu dari Tim Merapi untuk pembuatan rumah meski sangat sederhana, adapun para sukarelawan itu adalah warga Siluk, Imogiri, Jogjakarta warga yang dulu kena bencana gempa dan kini saling bahu-membahu merasa terpanggil untuk membantu saudara mereka yang terkena bencana Merapi ini.

Bencana memang sudah lama berlalu dan semoga saja mereka bisa legowo menerima cobaan demi cobaan yang diberikan Tuhan. Pembangunan rumah baru walau terbatas setidaknya bisa membuat mereka sedikit lega dan semoga saja harapan baru bisa membuat mereka bangkit kembali untuk menatap hari esok yang lebih baik, amin.

Istri Mbah Marso sedang menceritakan peristiwa ketika bencana Merapi terjadi.

Seorang petugas Tim Merapi BNPB sedang mengawasi pembangunan rumah sederhana yang dibangun untuk Mbah Marso.

Disudut lain seorang anak sedang bermain didekat areal pembangunan rumah sederhana Mbah Marso.

Puing dari peralatan rumah tangga berserakan tak jauh dari pembangunan rumah baru mereka.

Merekok, mungkin untuk mengusir kejenuhan.

Menunggu kapan rumah sederhana itu akan bisa ditinggali.

Pembangunan rumah Mbah Marso dari kejauhan.

6 thoughts on “Harapan Baru Mbah Marsorejo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s