Pasca Erupsi Merapi di Kinahrejo

Erupsi Merapi memang sudah lama berlalu namun kepahitan akan akibatnya masih meninggalkan bekas yang sangat dalam bagi beberapa orang yang menerima bencana maha dahsyat itu.

Suasana sepanjang jalan ketika anda memasuki wilayah Desa Kinahrejo

Pada bulan Maret yang lalu saya menyempatkan diri mengunjungi Desa Kinahrejo, dimana desa ini adalah salah satu desa yang paling parah terkena dampak lahar dan awan panas atau penduduk setempat menyebutnya dengan nama Wedhus Gembel. Teletak di Kecamatan Cangkringan, Sleman, Jogjakarta, Kinahrejo merupakan dataran tinggi yang berjarak sekitar 4 kilo meter dari Gunung Merapi. Desa yang terkenal dengan Sang Juru Kuncinya Mbah Marijan yang akhirnya beliaupun meninggal karena bencana Merapi ini, sebuah kehilangan besar untuk masyarakat Jogja bahkan Indonesia.

Di sepanjang jalan menuju Desa Kinahrejo saya menemui banyak jurang yang curam, potongan kayu mati dimana-mana , lahan tandus, reruntuhhan rumah dan pepohonan yang tak berdaun dan cenderung tak beranting, sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan. Walaupun rerumputan sudah mulai tumbuh dibeberapa areal lahan. Akan tetapi Desa Kinahrejo kini sudah mulai berbenah bahkan sekarang menjadi daerah wisata yang hampir tiap harinya dikunjungi oleh wisatawan terutama wisatawan lokal. Rata-rata mereka hanya ingin melihat reruntuhan rumah Mbah Marijan, melihat pemandangan tandus yang sangat luas dampak terjangan lahar. Banyak pedagang, areal parkir yang luas dan beberapa pasilitas yang pendukung lainya, benar-benar sudah dikelola dengan baik oleh dinas setempat. Berikut beberapa foto pasca bencana erupsi Merapi.

Sepanjang jalan yang kita temui hanyalah pohon mati dan beberapa diantaranya yang sudah hijau kembali.

Dibeberapa tembok rumah saya temukan tulisan berbunyi “Kinahrejo bangkit”.

Lembah tandus dan dalam akibat terjangan lahar Merapi.

Setelah sekian lama bencana berlalu, Kinahrejo justru menjadi tujuan wisata, beberapa penduduk setempat menjadi pedagang dadakan.

Seorang pengunjung sedang melukis pemandangan.

Beberapa lembar Alquran tergeletak di salah satu rumah penduduk yang sudah tak berpenghuni di Kinahrejo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s