Palebon Raja Peliatan IX

Pada hari Selasa tanggal 2 November 2010 acara Palebon (ngaben,kremasi) Raja Peliatan IX, Ida Dewa Agung Peliatan (71) telah dilaksanakan dengan sangat meriah, ribuan manusia menyaksikan kemegahan Bade yang diarak menuju pemakaman yang berjarak sekitar 1,5 kilo meter dari Puri Peliatan, Ubud. Ubud menjadi lautan manusia selama acara berlangsung, kurang lebih 4 jam prosesi dari awal hingga akhir acara.

Berbagai tarian di pentaskan di dalam puri sebelum acara dimulai, termasuk tarian ini.

Palebon yang katanya memiliki Bade terbesar kedua setelah setelah Bade Palebon (ngaben) almarhum Tjokorda Sukawati (mantan Presiden NIT) di Puri Ubud pada tahun 1967 silam. Memiliki tinggi 25 meter dan berlebar 8 meter Bade ini dikerjakan kurang lebih dari 50 orang selama 1,5 bulan. Adapun mereka diarahkan oleh Jero Mangku Nyoman Artana bersama dengan Ketut Wira sebagai kepala tukang Bade.

Ini adalah salah satu budaya Bali yang luar biasa, berikut beberapa foto yang bisa saya abadikan ketika acara Bade sedang dan kemudian di arak menuju ke tempat kremasi, enjoy.

Beberapa warga Peliatan berteduh di bawah Bade untuk menunggu saat yang tepat menggotong Bade menuju kepemakaman.

Bade itu bertingkat 11 dengan tinggi 25 meter

Sementara beberapa orang terpana melihat kemegahan Bade

Seorang anak wisatawan asing sedang digendong orang tuanya agar bisa melihat pawai Bade Lembu.

Sementara itu seorang kameramen meliput dari atas dengan memakai alat berat yang melayang

Mereka adalah putri-putri dari Puri Peliatan, Ubud.

Bade Lembu melewati lautan manusia menuju Setra (pemakaman)

Dua Ogoh-ogoh berbentuk kakek dan nenek ini menjadi hiburan tersendiri.

Disusul dengan kedatangan Bade Naga Bande

Inilah Bade yang fenomenal itu, berlebar 8 meter yang digarap selama 1,5 bulan.

Sepertinya topi cantik ini sedang dicarikan sang pemiliknya.

Mari kita abadikan bersama.

Lelah?

Hey…

6 thoughts on “Palebon Raja Peliatan IX

  1. saya beruntung bisa melihat upacara ini dengan mata kepala sendiri, dan bersyukur juga bisa masuk ke puri lewat pintu samping (terima kasih ke seseorang yg tidak saya kenal mengijinkan saya masuk ke dalam puri lewat pintu samping).
    begitu keluar dari puri, merinding saya melihat jumlah manusia di sepanjang jalan, karena saya datang di pagi hari ketika jalanan masih sepi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s