Kembang Waru Yang Kian Melayu

Membaca nama Kembang Waru mungkin membuat anda sedikit mengerutkan kening, Kembang Waru bukanlah sebuah nama warung atau bahkan sejenis nama bunga,bukan…  Kembang Waru adalah sebuah nama kue lokal khas Kota Gede, Jogjakarta namun keberadaanya kini sudah kian langka, walaupun ada tapi tidak dijual di warung, kios apalagi di supermarket. Keberadaanya sungguh sangat sulit untuk ditemukan, beruntung saya bisa bertandang kesebuah rumah di pinggiran Kota Gede dan menemukan keluarga pengerajin kue langka ini yang masih bertahan.

Inilah wujud Kue Kembang Waru yang manis namun kian punah itu.

Ibu Sogita, 59 tahun bersama sang suami Bapak Basis, 67 tahun adalah sepasang suami istri yang menjadi salah satu pengerajin kue yang memiliki nama nan cantik ini. Diawali sekitar tahun 1982 mereka memulai usaha kecil-kecilan dengan menjual Rp. 45 hingga kini harganya menjadi Rp.900 dan Rp. 1.000 perkue, dulu kue yang mereka bikin biasanya dititipkan diwarung dekat rumah. Tak banyak yang berubah dari cara bikin, loyang, hingga tempat pemanggangan cenderung malah tak berubah, uniknya pemanggangan yang mereka gunakan masih sangat tradisional dimana mereka menyebutnya dengan nama “Pan”. Didapur produksi kue Ibu Sogita tersedia dua buah Pan.

Saat ini menurut Pak Basis, pengerajin kue Kembang Waru hanya tersisa sebanyak 6 kelurga saja se-Kota Gede, tapi jika dihitung sampai ke penyedia arang jumblah mereka total 26 orang dan ke 26 orang ini tergabung dalam satu wadah yang di awasi langsung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja dan sering kali mereka mendapat bantuan modal karenanya. Setiap 15 hari sekali perkumpulan usaha kecil ini melakukan pertemuan semacam arisan, bergiliran dari rumah anggota satu ke anggota lainya demi menjaga kebersamaan yang telah ada.

Meski merupakan salah satu icon Kota Gede namun keberadaanya kini kian memprihatinkan, pengerajin yang kian sedikit salah satu faktor selain menipisnya penikmat kue yang padahal sangat enak. Saat ini Ibu Sogita hanya melayani pembeli lewat pesanan saja, mereka tidak mau memproduksi secara berlebihan dan menitipkan kue-kue legit ini di warung karena pengalaman mengajarkan mereka biasanya kue-kue itu bakalan tidak laku. Yang menjadi pertanyaan besar, sesungguhnya apa yang salah dengan kue Kembang Waru, sehingga terpuruk seperti ini? Gudeg bisa bertahan dan malah kian diminati oleh wisatawan terlebih orang lokal sendiri lalu kenapa kue nan legit ini tidak? Apakah gerangan yang sesungguhnya terlupakan? Saya rasa itu yang menjadi pekerjaan rumah buat kita terlebih  warga Jogja sendiri. Mari angkat Kue Kembang Waru agar kian bermekaran dan tak layu lagi, mari selamatkan kuliner bangsa dari serbuan fast food luar yang padahal sangat tidak sehat.

Ibu Sogita sedang menyalakan tivi klasik yang setia menemaninya bekerja.

Pak Basis suami dari Ibu Sogita sedang membantu menyiapakn olahan kue Kembang Waru.

Teh manis minuman wajib untuk melepas haus yang kadang melanda.

Menuang adonan kue kedalam cetakan yang berbentuk seperti bunga Waru.

Memasukan kue kedalam pemangangan tradisional.

Kiri: Dua buah kue yang sudah jadi. Kanan: Sesekali Ibu Sogita mengipasi bara api yang akan ditaruh diatas loyang pemanggangan.

Didapur inilah mereka saling bahu-membahu membuat kue sekaligus berusaha melestarikan kuliner lokal yang hampir terlupakan.

Setelah matang dan mulai dingin kue dikeluarkan dari cetakan.

10 thoughts on “Kembang Waru Yang Kian Melayu

  1. Telusuri Kota Gede pada siang sampe sore hari, subuh bagusnya ke Candi Plaosan atau Bukit Situmbu buat motret Borobudur. Taman sari, hunting mural dan menyusuri Keraton Jogja juga seru. Jgn lupa malamnya ke Beringin Kembar buat menguji kepekaan hatimu,hehehe…
    Selamat berlibur kawan.

  2. musti nikmati jogja smpe ke pelosok nie…jajan ini ngingetin jaman kecil dulu, slalu beli ini diwarung, kembang waru yg ditata rapi di dalam toples kaca tua warna ijo….Nymmmuummyyyy😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s