Usaba di Desa Nyuh Tebel

Ada yang menarik di Desa Nyuh Tebel,sebuah desa kecil di Kabupaten Karangasem,setiap Piodalan atau Odalan ( Hari raya yang jatuhnya enam bulan sekali ),namun Usaba Pengaturan Bulu Miik di Pura Puseh Nyuh Tebel dilakukan setahun sekali dan hampir tiap keluarga di desa tersebut selalu melakukan upacara adat  Penauran Bulu Miik,Bulu Miik yang dimaksud disini adalah sapi-sapi yang akan dipersembahkan kepada para Dewata dalam rangka penebusan utang Pitara-Pitari ( Roh leleuhur ) atau utang diri mereka sendiri dikehidupan yang lalu. Adapun persembahan tersebut selain anak sapi adalah Guling (Babi Guling),minuman dan tentu saja Bebanten (Sesaji). Jika sang penaur pemelihara sapi sebaiknya sapi yang akan dipersembahkan adalah sapi betina namun jika yang bersangkutan membeli sapi untuk melakukan penebusan maka sapi jantan yang menjadi keharusan untuk dipersembahkanya.

Pengaturan Bulu Miik ini memiliki tiga tahapan penauran yakni  Penyebel (Penebusan pertama),kemudian Nyelosin (Penebusan kedua) dan yang terakir disebut Mutusang (Pemutus). Sebelum hari H berlangsungnya Piodalan warga yang melakukan Pengaturan Bulu Miik melakukan ritual dirumah mereka masing-masing dengan melakukan Penyepelan (Pingit) yakni 10 hari sebelum hari H dimana semua alat upacara yang akan dipakai akan disimpan didalam rumah atau di Sanggah/Merajan (Pura keluaraga),tiga hari sebelum hari H ada dua kegiatan yang sangat unik mereka lakukan,yang pertama Neduh,pemberitahuan secara resmi kepada Pengelingsir dan Pemangku Pura Puseh dan yang kedua acara Gendar yaitu pengaturan bubur selama tiga hri berturut-turut dengan memakai daun dadap sebanyak 33 tanding (bungkus).  Acara yang terakir dilakukan  sehari sebelum Pengaturan Bulu Miik dilakukan acara Nyagang atau Megibung (makan bersama) dan malamnya setiap warga yang melakukan Penauran wajib mematikan lampu rumah mereka dengan maksud menghening. Maka pagi harinya berbondong-bondonglah warga membawa Banten,Babi Guling dan tentu saja Sapi muda yang digiring beberapa orang dimana nantinya sapi-sapi tersebut disembelih disebelah utara Pura Puseh yang menjadi tanda telah dilakukan penebusan hutang para Pitara-Pitari mereka.

Bali memang menyimpan berbagai budaya yang sangat unik,budaya yang sudah hidup ratusan tahun dan masi terpelihara hingga di zaman yangs erba modern ini. Demekian perjalanan budayaku ditanah Bali tercinta semoga bisa memberikan sedikit informasi dan silakan simak foto-foto yang berhasil saya abadikan,enjoy.

5 thoughts on “Usaba di Desa Nyuh Tebel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s