Memukur – Ngangget Don Bingin

Memukur adalah rangkaian dari upacara Ngaben yaitu penyucian atma dari belenggu badan halus agar atma menjadi Pitra yang setelah distanakan akan disembah oleh prati santana atau anak cucunya kelak.

Berbagai bentuk Penjor dalam upacra Memukur

Dalam Memukur  ada beberapa rangkaian  tahapan upacara yang dimulai dengan Ngangget Don Bingin yakni upacara memetik daun beringin (kalpataru/kalpavṛiksa) untuk dipergunakan sebagai bahan puṣpaśarīra (simbol badan roh) yang nantinya dirangkai sedemikian rupa seperti sebuah tumpeng (dibungkus kain putih), dilengkapi dengan prerai (ukiran atau lukisan wajah manusia, laki/perempuan) dan dihiasi dengan bunga ratna.

Upacāra ini berupa prosesi (mapeed/iring-iringan) menuju lokasi pohon beringin yang dituju,diawali dengan tedung agung, mamas, bandrang dan lain-lain, sebagai alas daun yang dipetik adalah tikar kalasa yang di atasnya ditempatkan kain putih kuning sebagai pembungkus daun beringin tersebut dan kemudian dibawa kerumah sang pelaku upacara.

Berikut saya tampilkan beberapa photo upacara Ngangget Don Bingin yang saya liput di Ubung.

Ramah tamah sebelum upacara Ngangget Don Bingin dimulai

Seorang Pemangku sedang memrcikan tirta dan detail tempat tirta.

Iring-iringan membawa Banten

Pemasangan pisau pada sebatang bambu untuk memetik daun beringin

Iring-iringan melewati gang menuju lokasi pohon beringin

Sang empunya karya sedang bercanda dengan cucu tercinta

Seorang bapak sedang membaca tabloit lokal Bali

Setibanya dilokasi persembahyangan pun dimulai

Pemetikan daun beringin

Daun beringin yang sudah didapatkan segera dibungkus dan dibawa pulang

18 thoughts on “Memukur – Ngangget Don Bingin

    • pas yang ini belum full day,hari terakir dari memukur ada potong gigi dan ngayud ke pantai juga yang bikin 24 jam,hehehehe
      thanks

  1. Pingback: mekukur adat bali | kadekdeviseptiani

  2. bli saking napi?? ubung napi ten??
    tiang saking ubung bli… semua orang dalam foto familiar soalnya, sira uning bli dari ubung juga, jadi pengen ketemu😀

  3. wah lok bli mau yg lengkap skitar bulan juli ada upacara di desa kerobokan.
    silahkan datang kekerobokan bulan juli. ok

  4. wah tradisi bali ribet banget ya,banyak habisin uang,waktu,kadang mempersulit umat,mudahan ada nanti ada tokoh dan orag suci yang bisa,,berani,tegas,berwawasan yang dapat menyederhanakan upacara-upacara yang sangat memberatkan umat yang tidak mampu ini agar dengan merata semua orang bisa melakukan tradisi ritual dan upacara keagamaan lebih sederhana,mudah,murah,penuh makna,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s