Terteran di Desa Saren

Saren adalah sebuah desa kecil yang terletak di Kabupaten Karangasem,Bali. Setiap dua tahun ketika usaba Pura Dalem (piodalan yang datangya setiap enam bulan sekali) dilangsungkan upacara unik disini yakni Terteran,acara perang api dengan memakai media serabut kelapa,masyarakat disini biasa menyebutnya dengan  sambuk. Tepat jam 6 sore acara dimulai diawali dengan anak-anak  kemudian giliran lelaki dewasa melanjutkanya,tentunya lebih seru apa lagi lampu jalan dimatikan juga,maka berusahalah dengan kerja keras saya mengabadikan moment demi moment lempar-lemparan sambuk yang menjadi bara api itu.

Terteran ini awalnya dilangsungkan setiap setahun sekali namun seiring perjalanan maka Terteran dilakukan dalam dua tahun sekali kata Bapak Wirawan (masyarakat setempat) dan selalu dipusatkan di sebuah Pura bernama Pura Sega. Terteran sendiri berarti lempar – lemparan, dimana terteran dilangsungkan selama tiga hari berturut – turut hingga menjelang hari H usaba di Pura Dalem desa setempat. Tujuan dari terteran ini adalah untuk mengusir mala (tolak bala).

Dan bila ada masyarakat yang mengalami luka baik itu serius maupun ringan mereka cukup membawa bunga pucuk merah kepura untuk mengobati luka tersebut. Usai perang api selama tiga hari berturut-turut sedikitpun tidak ada dendam dalam hati mereka,ini adalah bagian dari yadnya yang suka cita akan selalu mereka lakukan demi bertahanya sebuah adat dan ritual yang unik.

2 thoughts on “Terteran di Desa Saren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s